Cara Riset Keyword dengan Google Keyword Planner

Cara Riset Keyword dengan Google Keyword Planner

Halo Gaes! Kali ini saya akan menjelaskan cara riset menggunakan Google Keyword Planner. Riset kata kunci adalah salah satu hal terpenting yang harus Anda lakukan dalam proses optimasi SEO Anda.

Google Keyword Planner benar-benar tidak berbeda dengan alat penelitian kata kunci lainnya. Nah, berikut ini adalah fitur utama Google Keyword Planner:

  1. Pertama, analisis volume pencarian kata kunci bulanan Anda.
  2. Yang kedua adalah tingkat persaingan kata kunci.
  3. Yang ketiga adalah saran kata kunci. Terakhir, ada harga iklan di Google AdWords.

Jadi bagaimana sebenarnya Anda menggunakan Google Keyword Planner untuk melakukan riset kata kunci? Berikut panduannya:

  1. Pertama, daftar ke Google Keyword Planner.
  2. Kedua, lewati Google AdWords.
  3. Yang ketiga adalah konfirmasi email. Anda harus memverifikasi bahwa informasi di halaman ini benar.
  4. Kemudian klik Simpan dan Lanjutkan. Setelah itu, Anda dapat mulai menggunakan Google Keyword Planner. Menggunakan Google Keyword Planner sangat mudah.
  5. Setelah mengkonfirmasi email di atas, Anda akan secara otomatis diarahkan ke dashboard Google Ads Anda.
  6. Untuk menggunakan Google Keyword Planner, klik menu Tools di pojok kanan atas dan pilih Keyword Planner.

Nah, Google Keyword Planner memiliki dua fungsi utama: mencari kata kunci dan mendapatkan volume pencarian dan prediksi.

  1. Yang pertama adalah pencarian kata kunci. Saat Anda mencari kata kunci di Google Keyword Planner, Anda dapat menemukan kata kunci yang disarankan terkait dengan apa yang Anda cari. Misalnya, jika Anda memasukkan kata kunci “jaket denim”, Google Keyword Planner akan menampilkan berbagai kata kunci seperti jaket jean, jaket denim, jaket jean pria, jaket jean wanita, jaket levis pria.
  2. Yang kedua adalah mendapatkan volume pencarian dan prediksi.
  3. Fitur kedua adalah mendapatkan volume pencarian dan prediksi. Nama yang sama: Prediksi Fungsi fitur ini dimaksudkan untuk memberikan prediksi. Dengan fitur ini, Anda bisa mendapatkan data seperti taksiran klik, tayangan, dan rasio klik-tayang (CTR).

Sekarang setelah Anda mengetahui apa yang dilakukan Perencana Kata Kunci dan cara menggunakannya, berikut adalah beberapa kiat tentang cara menggunakannya.

  1. Anda dapat memasukkan kata kunci atau alamat situs web. Selain alamat website Anda sendiri, Anda juga bisa memasukkan alamat website pesaing Anda di kolom pencarian. Dengan begitu, Anda dapat melihat kata kunci apa yang digunakan pesaing Anda.
  2. Kedua, Filter Kata Kunci Jika Anda ingin mempersempit kata kunci pencarian Anda, Anda dapat menambahkan filter. Anda dapat menambahkan filter kata kunci berdasarkan tingkat persaingan untuk menampilkan temuan yang cocok dengan tingkat persaingan yang dipilih. Anda juga dapat menambahkan filter untuk mengecualikan kata kunci dengan konten yang tidak diinginkan. Klik Filter, pilih Teks Kata Kunci, dan pilih tidak berisi. Kemudian masukkan kata-kata yang ingin Anda buat pengecualiannya. Selain dua filter di atas, Google Keyword Planner juga menawarkan filter lain berdasarkan pangsa tayangan organik, berdasarkan pangsa tayangan iklan tidak termasuk konten dewasa.
  3. Yang ketiga adalah mencari kata kunci potensial. Ada cara mudah untuk menemukan kata kunci yang dapat menghasilkan uang dan konversi. Caranya adalah dengan mencari kata kunci dengan Bid Top of Page tertinggi atau terluas. Harga yang dikutip adalah harga Google AdWords, tetapi bagaimana jika Anda tidak menggunakan Google AdWords? Logikanya adalah ketika orang mengenakan harga yang lebih tinggi untuk kata kunci.
  4. Keempat, jangkauan lokasi kecil. Jika Anda menjalankan bisnis yang mengandalkan batu bata dan mortir toko, fitur ini sangat berguna. Anda dapat mempersempit penelitian kata kunci Anda ke kota atau negara bagian tertentu. Triknya adalah: Buka fitur Dapatkan volume pencarian dan perkiraan. Masukkan kata kunci dan klik lokasi. Masukkan kota atau provinsi yang ingin Anda targetkan. Google Keyword Planner kemudian memberikan data berdasarkan lokasi tersebut.
  5. Kelima, mendapatkan informasi tentang perangkat yang digunakan oleh pencari.Google Keyword Planner juga memungkinkan Anda melihat perangkat apa yang digunakan orang saat mencari di Google. Untuk mengetahuinya, buka fitur Get Search Volume and Predictions. Masukkan kata kunci yang diperlukan. Setelah itu, Anda akan melihat opsi Ikhtisar Rencana di menu bilah sisi. Klik menu untuk melihat ikhtisar hasil penelitian kata kunci Anda, termasuk alat yang digunakan oleh pencari.
  6. Yang keenam menggunakan Google Trends untuk mendapatkan data waktu nyata. Alat yang digunakan dalam tip ini adalah Google Trends. Google Trends membantu Anda mendapatkan data komparatif untuk beberapa kata kunci secara real time. Buka Google Trends dan pilih lokasi. Pastikan untuk memilih lokasi audiens target Anda.

Dalam contoh kami, kami memilih Indonesia sebagai lokasi. Masukkan kata kunci yang ingin Anda cari. Anda juga dapat memasukkan hingga 5 kata kunci secara bersamaan dan Google Trends akan memberikan perbandingan seperti itu.

Selain itu, Anda dapat menyesuaikan volume pencarian berdasarkan jangka waktu tertentu, tergantung pada kebutuhan Anda. Anda juga dapat menyesuaikan volume pencarian untuk hari terakhir, minggu lalu, bulan lalu, dan 5 tahun terakhir.

Itulah cara kerja dan fungsi dari Google Keyword Planner. Jika Anda masih memiliki pertanyaan atau saran, silakan tinggalkan komentar di bawah. Sampai jumpa di kesempatan berikutnya. Sampai ketemu lagi! .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *